❀ Panduan Pernikahan: Menuntut Ilmu atau Menikah Dulu? ❀

 

Bismillah, 

Berikut ini ada pertanyan dari seorang ikhwan mengenai pernikahan.

Hamba Allah: 

Saya ikhwan yang baru mengenal sunnah dan sedang merasakan jatuh cinta kepada Allah ta'ala, tetapi banyak yang menyarankan saya menikah tetapi saya takut kalau menikah jadi tidak bisa bebas menuntut ilmu, bagaimana menurut ustadz?

Jawaban: 

Semangat menuntut ilmu itu baik, tetapi menunda menikah itu tidak bagus. Kenapa? Ini zaman fitnah. Memang benar, Imam Ahmad mengundurkan menikah sampai umur 40 tahun tetapi ada hasilnya yaitu menjadi ulama.


Sehingga, cara yang antum bisa lakukan yaitu:

  • Carilah calon istri yang mendukung untuk menuntut ilmu dan sama-sama semangat menuntut ilmu.  

  • Dan bagi seorang akhwat, menikahlah dengan lelaki yang keilmuannya tinggi, misal dengan ustadz (bukan ustadz sembarangan). 

Sehingga seorang akhwat/ikhwan mendapatkan 2 buah keuntungan; menuntut ilmu jalan terus serta menyempurnakan setengah agamanya. Bahkan dengan menikah, seorang akhwat dan suaminya akan dapat saling mengingatkan untuk menuntut ilmu.

Semangat menuntut ilmu itu baik, tetapi menunda menikah itu tidak bagus. Kenapa? Ini zaman fitnah. 

Semoga bermanfaat.
____________
Artikel: iffahzehra.com


Referensi: 

Diketik ulang dari Dahsyatnya Cinta: Keindahan Cinta dan Permasalahannya, karya Ustadz Abu Yahya Badrussalam, penerbit Rumah Ilmu, Bekasi, 2016, hal. 59-60.