Kania Dewi: Peraih Beasiswa LPDP | The Elang by Iffah Zehra


Bismillah, 

Dalam buku The Elang yang disusun oleh IFFAH ZEHRA ini, mengulas kisah putra dan putri kebanggaan Indonesia yang prestatif juga inspiratif. Salah satunya adalah Kania Dewi. Di tengah kesibukannya yang cukup padat, ia masih tetap meluangkan waktu untuk berbagi kepada seluruh anak muda Indonesia melalui buku ini.

Kania Dewi (1988), wanita ini sekarang berdomisili di Kassel, Jerman bersama dua buah hatinya dan suaminya. Pernah meraih beasiswa LPDP dengan penuh perjuangan. Mimpi itu pun akhirnya kenyataan. Tidak ada yang instan di dunia ini.

Di dalam buku menarik ini, sudah dijelaskan detail tentang perjalanan Kania.

Kontak Pemesanan Buku: 

WhatsApp 0857-7433-7404 (Admin Grey)


________
Semoga bermanfaat. 
Artikel: iffahzehra.com

❀ Reza Tjahjono & Bang Ogut: The Elang by Iffah Zehra ❀


Bismillah, 

Dalam buku "The Elang" yang disusun oleh IFFAH ZEHRA ini, mengulas kisah putra dan putri kebanggaan Indonesia yang prestatif juga inspiratif. Mereka adalah Reza Tjahjono dan Bang Ogut. Di tengah kesibukan mereka yang cukup padat, mereka masih tetap meluangkan waktu untuk berbagi kepada seluruh anak muda Indonesia melalui buku ini.

Reza Tjahjono (1992), pemuda ini merupakan satu-satunya orang Indonesia yang memenangkan kompetisi Kungfu di Jerman tahun 2015. Reza saat ini masih berdomisili di Berlin, Jerman.

Bang Ogut (1993), sebenarnya nama lengkapnya Aldio Pramudya. Pemuda ini adalah content creator dan entrepreneur. Memiliki channel Youtube "Muda Cuma Sekali" dengan 50 ribu subscriber. Pernah drop out saat SMP, membuat Ogut menjelma menjadi pemuda prestatif dan inspiratif.

Di dalam buku menarik ini, sudah dijelaskan detail tentang mereka.

Kontak Pemesanan Buku: 

WhatsApp 0857-7433-7404 (Admin Grey)


________
Semoga bermanfaat. 
Artikel: iffahzehra.com


❀ Achmad Choiruddin & Rikza Azriyan: The Elang by Iffah Zehra ❀


Bismillah, 

Dalam buku "The Elang" yang disusun oleh IFFAH ZEHRA ini, mengulas kisah putra dan putri kebanggaan Indonesia yang prestatif juga inspiratif. Mereka adalah Rikza Azriyan dan Achmad Choiruddin. Di tengah kesibukan mereka yang cukup padat, mereka masih tetap meluangkan waktu untuk berbagi kepada seluruh anak muda Indonesia melalui buku ini.


Rikza Azriyan (1989), hobi main skateboard, sudah menikah dengan wanita menawan hati bernama Misdi dan sekarang masih berdomisili di Jerman mengurus beberapa proyek dan bisnis yang sudah ia bangun. Dalam buku ini, perjalanan hidup Rikza dari awal hingga akhir sudah terpaparkan dengan detail. Rikza berharap, semoga semakin banyak anak muda Indonesia terus berkarya dan berprestasi. Tidak takut keluar dari zona nyaman, jika ingin tumbuh menjadi pribadi unggul.

Achmad Choiruddin (1991), akrab disapa Didin, pernah meraih Juara III Mahasiswa Berprestasi Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, sudah menikah dan memiliki putra bernama Greno. Saat ini masih berdomisili di Denmark bersama keluarga kecilnya. Selain itu, Didin juga mengajar di salah satu perguruan Tinggi di Denmark. Dalam buku ini, perjalanan hidup Didin yang tak terbayangkan dari awal hingga meraih prestasi cemerlang terpaparkan dengan jelas. Didin berharap, semoga semakin banyak anak muda Indonesia yang tak pernah berhenti berjuang meraih impian mereka meskipun kelihatannya tidak mungkin. 

Di dalam buku menarik ini, sudah dijelaskan detail tentang mereka.

Kontak Pemesanan Buku: 

WhatsApp 0857-7433-7404 (Admin Grey) 



________
Semoga bermanfaat. 
Artikel: iffahzehra.com


❀ Exclusive Pre-Order (Batch I): The Elang by Iffah Zehra ❀

Bismillah,

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah ta'ala. Buku "The Elang" akhirnya sudah selesai pre-order batch pertama. IFFAH ZEHRA mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pembaca dan teman-teman yang sudah memesan buku ini. Semoga keberkahan hidup selalu menyertai kita semua, aamiin.

Buku "The Elang" adalah buku yang disusun oleh IFFAH ZEHRA berbentuk memoar 15 putra-putri  harapan bangsa yang memiliki segudang prestasi yang inspiratif.

Di dalam buku menarik ini, sudah dijelaskan detail tentang perjalanan mereka.

Kontak Pemesanan Buku: 

WhatsApp 0857-7433-7404 (Admin Grey)


_______
Sekali lagi, terima kasih.
Artikel: iffahzehra.com

❀ Panduan Pernikahan: Tak Perlu Dipamerkan Kelebihan Pasanganmu pada Semua Orang ❀



Bismillah, 

Renungan dari seorang sahabat akhwat yang sudah menikah, mengambil hikmah dari obrolan beberapa hari yang lalu (08/12/2018) tentang keadaan memamerkan kemesraan di media sosial bagi suami-istri.

Beginilah percakapan kami:


ZEHRA: Kak, bagaimana caranya kita sebagai akhwat yang sudah hijrah atau sedang proses hijrah supaya tidak perlu memamerkan kelebihan pasangan hidup (baca: suami) ke semua orang?

ZAHRA: Mungkin bisa baca artikel ini dek di sini. Kalau kakak pribadi, selain malu juga khawatir ancaman 'ain dek.

ZEHRA: Maksudnya di link tersebut, ada kata-kata "orang lain bisa menjadikannya sebagai sumber dosa," itu bagaimana?

ZAHRA: Maksudnya menjadi sumber dosa bagi orang lain, contohnya: misalnya kakak masih single nih, terus lihat postingan seleb yang memamerkan kemesraan di sosial media. Lalu, kakak jadi baper, jadi pengen, terus mencontoh mereka bermesra-mesraan tapi bukan lewat jalur yang halal, kakak malah pacaran, zina ... naudzubillah. 

Atau bagi laki-laki misalnya, selain bisa menjadi bahan fantasi seksual (buat orang-orang normal maupun gak normal), juga bisa jadi zina mata (bagi perempuan dan laki-laki, syahwatnya senang melihat lawan jenis yang tidak halal baginya) dan zina hati (menginginkan, membayangkan, terus-menerus memikirkan lawan jenis yang tidak halal baginya) bisa dosa.

Dan untuk yang sudah berumah tangga bisa jadi membuat kufur terhadap nikmat pada apa yang sudah Allah ta'ala berikan ...

Setelah melihat pasangan lain pamer kemesraan, maka akan timbul perasaan-perasaan seperti di bawah ini:
  • Ugh, ternyata istri saya gak secantik istri dia.
  • Ugh, ternyata suami saya gak mesra, gak care, seperti suami dia.
  • Ugh, saya mau suami yang seperti itu, menyesal saya menikahi orang ini!
  • Ah, istri macam apa ini, tutur katanya tidak selembut wanita itu kepada suaminya.
Kalau yang di atas ini sepertinya merupakan implementasi dari bab menjaga pandangan. Kurang lebih sama seperti menutup aurat ya, kalau dibuka atau dipamerkan sangat berbahaya.

ZEHRA: Masyaa Allah, renungan yang begitu bermakna, kak. Semoga Allah ta'ala menjaga pandangan kita, ya.

ZAHRA: Masyaa Allah, semoga kita saling mengingatkan ya, dek.
Semua memang bermula dari mata. Saudara/i ku, mengumbar pandangan termasuk dosa yang selalu saja disepelekan. Padahal ada sebuah kaidah penting untuk selalu kita ingat: "Tidak lagi disebut dosa kecil jika (perbuatan maksiat itu) dilakukan terus-menerus [1]" Semoga Allah ta'ala menjaga kita semua.
__________
[1] Dhoiful Jaami’ no. 6308. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan pula oleh Al Baihaqi dalam Asy Syu’ab dengan sanad lainnya dari Ibnu ‘Abbas namun mauquf (perkataan Ibnu ‘Abbas), periwayatnya tsiqoh (terpercaya). Riwayat ini pun munqothi’ (terputus) antara Qois bin Sa’ad (dia orang Mekkah), ia katakan bahwa Ibnu ‘Abbas berkata.

Semoga bermanfaat.
Artikel: iffahzehra.com