❀ Panduan Pernikahan: Yang Terbaik adalah Yang Allah ta'ala Mudahkan Untukmu ❀


Bismillah, 

Apabila seorang lelaki mencintai seorang wanita namun keadaan orangtua wanita tidak mengizinkan dan banyak kendala, sulit sekali rasanya, maka segeralah berpikir jangan-jangan cinta saya ini tidak diridhai oleh Allah ta'ala. Sebab tanda sesuatu tidak diridhai Allah itu dipersulit jalannya.

Apabila kita melihat kesulitan di jalan, maka segera berhentikan langkah kita. Tetapi jika ada seorang yang dipermudah untuk bermaksiat kepada Allah ta'ala , misalnya mudah untuk berpacaran, maka berpikirlah jangan-jangan Allah ta'ala tidak menyukai diri kita sebab seorang hamba jika tidak disukai oleh Allah ta'ala, maka Allah ta'ala akan buka pintu-pintu kemaksiatan untuknya.

Berputus asalah tentang wanita tersebut dan yakinlah bahwasanya yang terbaik adalah yang Allah ta'ala mudahkan untukmu.

Ketahuilah bahwa ini musibah ya Akhi... Segeralah ingat, takutlah kepada Allah ta'ala. 

Semoga bermanfaat.
____________
Artikel: iffahzehra.com


Referensi:

Diketik ulang dari Dahsyatnya Cinta: Keindahan Cinta dan Permasalahannya, karya Ustadz Abu Yahya Badrussalam, penerbit Rumah Ilmu, Bekasi, 2016, hal. 40-41.


❀ Panduan Pernikahan: Sudah Dilamar, Tapi Belum Jelas Ikhwannya? ❀





Bismillah,

Berikut ini ada pertanyaan dari seorang akhwat/wanita mengenai pernikahan.


Hamba Allah:

Saya adalah seorang wanita yang sudah dilamar tetapi belum mendapat kejelasan sedangkan ada

beberapa ikhwan lainnya yang juga ingin menikah dengan saya, bagaimana? Saya cocok dengan

ikhwan yang sudah melamar saya.


Jawaban:

Tanyakan kejelasan kepada ikhwan yang sudah melamar.

Kalau ternyata ikhwan itu hanya "bermain-main" maka tinggalkanlah dan carilah lelaki lain yang

sudah siap.

Ya Allah, anuherahkanlah kepadaku hikmah dan himpun aku dengan orang saleh. Dan jadikan aku buah tutur yang baik bagi orang yang datang kemudian. (QS. Asy-Syu'ara: 83 - 84)

Semoga bermanfaat.
____________
Artikel: iffahzehra.com


Referensi:

Diketik ulang dari Dahsyatnya Cinta: Keindahan Cinta dan Permasalahannya, karya Ustadz Abu Yahya Badrussalam, penerbit Rumah Ilmu, Bekasi, 2016, hal. 60-61.



[Jumat Bagi Buku - Part 5] Waktumu Dihabiskan Untuk Apa?


 Jika Anda tak tahu apa yang harus dikerjakan, mulailah bekerja.

(Dr. Ibrahim Elfiky, 30 Hari untuk Perubahan Positif)

Bismillah,

Hallo Freunde! Hari Jumat adalah waktunya berbagi buku bermanfaat. IFFAH ZEHRA akan memberikan 1 buah buku gratis berjudul Waktumu Dihabiskan Untuk Apa? karya Yazid Abdul Qadir Jawas.

Berikut ini syarat dan ketentuan mendapatkan buku Waktumu Dihabiskan Untuk Apa? secara gratis.


SYARAT & KETENTUAN

1. Peserta memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Kamu cukup menjawab pertanyaan di bawah ini:

     "Sebutkan 1 ayat saja di dalam Al-Qur'an beserta artinya yang menjelaskan tentang anjuran menikah!"


3. Kirimkan jawaban terbaikmu beserta data kamu di body email ke: novel.iffah.zehra@gmail.com dengan format: 

Nama Lengkap:
Alamat Lengkap:
Kode Pos :
No. HP:
Jawaban Kamu:

Jangan lupa ketik di bagian subjek: Jumat BB5_nama kamu  (Contoh: Jumat BB5_Husein)


4. JUMAT BAGI BUKU periode keempat ini berakhir pada Jumat, 27 April 2018

pukul 12 Siang WIB.


5. Pemenang yang beruntung adalah keputusan dari IFFAH ZEHRA.


*Note: Tidak perlu menjawab pertanyaan di kolom komentar


Best wishes,
Iffah Zehra

____

[Announcement for Qur'an Qur'an Reciter - Part 3] Merhaba Türkçe

 Bismillah,

IFFAH ZEHRA mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada saudara/i penghafal Al-Qur'an yang dirahmati Allah mengikuti syarat dan ketentuan mendapatkan buku Merhaba Türkçe: Cerdas Menguasai Tata Bahasa Turki  beberapa waktu lalu tanpa biaya apa pun.

Sehingga yang beruntung mendapatkan buku ini adalah Muhammad Fathur Rahman!

Berikut ini syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh pemenang.


SYARAT & KETENTUAN


1. Pemenang buku gratis periode ketiga telah mengirimkan data pengiriman melalui email: novel.iffah.zehra@gmail.com

2. Teruslah membaca Al-Qur'an, mengamalkan dan mengajarkannya.

3. Semoga bukunya bermanfaat.

Salam,
Iffah Zehra

❀ Panduan Pernikahan: Kalau Mau Menikah Belum Boleh Sama Orang Tua, Gimana? ❀



Bismillah,

Berikut ini ada pertanyaan dari seorang ikhwan mengenai pernikahan.

Hamba Allah:

Saya laki-laki berusia 22 tahun masih kuliah dan sudah berpenghasilan, akan tetapi saya sudah ingin sekali menikah, tetapi belum boleh oleh orangtua, bagaimana solusinya?

Jawaban:

Lelaki tidak disyaratkan izin dari orang tua untuk menikah, berbeda dengan wanita.

Berkata 'Umar bin Khattab: "Tidaklah seorang tidak menikah kecuali 2 orang ini, yaitu:
  • Orang fasik
  • Orang impoten"

Termasuk dari yang manakah kita?
Ya Allah, berikanlah manfaat dari ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkan kepadaku apa yang bermanfaat bagiku.

Semoga bermanfaat.
____________
Artikel: iffahzehra.com


Referensi:


Diketik ulang dari Dahsyatnya Cinta: Keindahan Cinta dan Permasalahannya, karya Ustadz Abu Yahya Badrussalam, penerbit Rumah Ilmu, Bekasi, 2016, hal. 61-63. 

❀ Panduan Pernikahan: Apakah Pacaran itu Berdosa? ❀

 

Bismillah, 

Maksiat akan menimbulkan sesuatu yang merugikan dalam kehidupan. Apakah pacaran itu berdosa? Ya, setiap pacaran sebelum menikah itu dosa dan belum tentu berjodoh.

Orang-orang bermaksiat diberi sanksi oleh Allah ta'ala, kalau tidak di dunia, maka di akhirat. Terkadang ada orang berpacaran cukup lama bertahun-tahun tetapi setelah menikah hanya bertahan menikah beberapa bulan saja. Atau karena dosanya, rumah tangganya tidak berkah.

Karena maksiat itu akan senantiasa menimbulkan kesengsaraan, bukan hanya di akhirat saja tetapi di dunia juga. Sungguh, betapa banyak orang yang dihalangi dari kebaikan karena maksiat yang dilakukan.

Sungguh, betapa banyak orang yang dihalangi dari kebaikan karena maksiat yang dilakukan.

Semoga bermanfaat.
____________
Artikel: iffahzehra.com


Referensi: 

Diketik ulang dari Dahsyatnya Cinta: Keindahan Cinta dan Permasalahannya, karya Ustadz Abu Yahya Badrussalam, penerbit Rumah Ilmu, Bekasi, 2016, hal. 41-42. 

❀ Panduan Pernikahan: Menuntut Ilmu atau Menikah Dulu? ❀

 

Bismillah, 

Berikut ini ada pertanyan dari seorang ikhwan mengenai pernikahan.

Hamba Allah: 

Saya ikhwan yang baru mengenal sunnah dan sedang merasakan jatuh cinta kepada Allah ta'ala, tetapi banyak yang menyarankan saya menikah tetapi saya takut kalau menikah jadi tidak bisa bebas menuntut ilmu, bagaimana menurut ustadz?

Jawaban: 

Semangat menuntut ilmu itu baik, tetapi menunda menikah itu tidak bagus. Kenapa? Ini zaman fitnah. Memang benar, Imam Ahmad mengundurkan menikah sampai umur 40 tahun tetapi ada hasilnya yaitu menjadi ulama.


Sehingga, cara yang antum bisa lakukan yaitu:

  • Carilah calon istri yang mendukung untuk menuntut ilmu dan sama-sama semangat menuntut ilmu.  

  • Dan bagi seorang akhwat, menikahlah dengan lelaki yang keilmuannya tinggi, misal dengan ustadz (bukan ustadz sembarangan). 

Sehingga seorang akhwat/ikhwan mendapatkan 2 buah keuntungan; menuntut ilmu jalan terus serta menyempurnakan setengah agamanya. Bahkan dengan menikah, seorang akhwat dan suaminya akan dapat saling mengingatkan untuk menuntut ilmu.

Semangat menuntut ilmu itu baik, tetapi menunda menikah itu tidak bagus. Kenapa? Ini zaman fitnah. 

Semoga bermanfaat.
____________
Artikel: iffahzehra.com


Referensi: 

Diketik ulang dari Dahsyatnya Cinta: Keindahan Cinta dan Permasalahannya, karya Ustadz Abu Yahya Badrussalam, penerbit Rumah Ilmu, Bekasi, 2016, hal. 59-60.